Rifanfinancindo Upaya yen Jepang membukukan penguatan dua hari beruntun terhadap dolar AS Kamis (28/3/19) kemarin gagal. Mata uang Jepang ini malah harus berakhir melemah 0,16% ke level 110,62/US$, mengutip kuotasi MetaTrader 5.

Optimisme Damai Dagang Bikin Yen Loyo - Rifanfinancindo

Foto: REUTERS/Thomas White/

Optimisme pelaku pasar akan berakhirnya perang dagang Amerika Serikat (AS)-China menyebabkan aset-aset berisiko kembali menguat dan yen sebagai aset safe haven menjadi kurang dilirik. Pagi ini, Jumat (28/3/19), pukul 7:03 WIB yen diperdagangkan di kisaran 110,65/US$.

Dimulainya kembali negosiasi dagang AS-China di Beijing memberikan kabar bagus. Para negosiator AS mengatakan China telah membuat proposal transfer teknologi yang belum pernah ditawarkan sebelumnya.

Transfer teknologi merupakan isu yang krusial dalam negosiasi kedua belah pihak. Presiden AS Donald Trump sebelumnya menuduh China melalukan pencurian kekayaan intelektual dan transfer paksa teknologi AS ke perusahaan-perusahaan China.

Dengan adanya proposal dari China, menunjukkan sikap pemerintah di bawah Presiden Xi Jinping yang melunak dan memunculkan optimisme damai dagang akan segera tercapai. Poin-poin lain dalam negosiasi dagang juga dikatakan telah menunjukkan perkembangan yang baik.

Optimisme damai dagang tersebut sekaligus menutupi isu resesi pada perdagangan Kamis kemarin. Selain itu yield obligasi AS tenor 10 tahun juga bergerak naik merespons kabar ini.

Sementara itu dari AS, Departemen Perdagangan Kamis kemarin merilis data pertumbuhan ekonomi atau produk domestik bruto (PDB) AS pembacaan final atau akhir. Data tersebut dirilis sebesar 2,2% atau direvisi turun dari rilis sebelumnya sebesar 2,6%.

Meski demikian data tersebut sepertinya tidak terlalu direspons oleh pelaku pasar mengingat Federal Reserve (The Fed) AS, telah mengonfirmasi jika perekonomian AS sedang melambat, bahkan telah menurunkan proyeksi PDB di tahun ini.

Pelaku pasar lebih berfokus pada pergerakan yield negara-negara maju yang menunjukkan akan kecemasan resesi pelaku pasar, dan yang terbaru perkembangan negosiasi dagang AS – China. Dua faktor ini akan mempengaruhi pergerakan pasar di perdagangan terakhir bulan Maret hari ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA (prm)

Sumber : CNBC
Baca Juga :
  • RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi
  • RIFAN  |  Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai
  • PT. RIFAN  | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan
  • RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras
  • PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya
  • PT RIFANFINANCINDO  | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun
  • PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop
  • PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK
  • RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat
  • PT RIFAN FINANCINDO | Sosialisasi Perdagangan Berjangka Harus Lebih Agresif: Masih Butuh Political Will Pemerintah
  • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA (Palembang) | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu
  • PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor
  • RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi