Rifanfinancindo – Bursa saham Tokyo pada perdagangan Senin (18/3/2019) pagi dibuka menguat. Faktor penunjang di balik hal itu adalah investor merespons positif perkembangan negosiasi dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China. Selain itu, investor juga mencermati rapat Bank Sentral AS alias The Fed pada akhir pekan ini.

https://akcdn.detik.net.id/visual/2019/02/28/dd86265b-c35b-4f1a-bfc1-33d2dad9af89_169.jpeg?w=715&q=90 - Rifanfinancindo

Foto: Bursa Jepang (REUTERS/Issei Kato)

Dilansir AFP, indeks Nikkei 225 menguat 0,65% atau 139,64 poin ke level 21.590,499. Sedangkan indeks Topix naik 0,43% atau 6,82 poin ke level 1.609,45.

Dari Wall Street, tiga indeks utama ditutup menguat pada perdagangan akhir pekan lalu. Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 0,54%, S&P 500 bertambah 0,49%, dan Nasdaq Composite menguat 0,76%.

Bursa saham New York bergairah karena ada perkembangan positif dari pembicaraan dagang AS-China. Akhir pekan lalu, kantor berita Xinhua melaporkan bahwa Wakil Perdana Menteri China Liu He kembali menelepon ke Washington untuk berbicara dengan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan Kepala Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer.

Menurut seorang sumber, pembicaraan tersebut berlangsung konstruktif dan ada kemajuan signifikan. Tidak dijelaskan secara rinci isi dari percakapan itu.

https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2019/02/14/e9654b10-fffc-4dfe-9a41-47db861be706_169.jpeg?w=620 - Rifanfinancindo

Foto: Aides memberi isyarat ketika Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer, Wakil Perdana Menteri China dan perunding perdagangan Liu He, dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin berbaris untuk foto sebelum sesi pembukaan perundingan perdagangan di Diaoyutai State Guesthouse di Beijing, Kamis, (14/2/2019). (Mark Schiefelbein / Pool via REUTERS)

Meski demikian, kabar ini saja sudah membuat investor lega bukan main. Sebab, sebelumnya pelaku pasar sudah dibuat cemas kala beredar berita pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping tidak akan terjadi pada bulan ini. Sempat ada kekhawatiran dialog Washington-Beijing buntu, seperti yang terjadi dengan perundingan AS-Korea Utara di Vietnam akhir bulan lalu. (miq/miq)

Sumber : CNBC
Baca Juga :
  • RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi
  • RIFAN  |  Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai
  • PT. RIFAN  | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan
  • RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras
  • PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya
  • PT RIFANFINANCINDO  | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun
  • PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop
  • PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK
  • RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat
  • PT RIFAN FINANCINDO | Sosialisasi Perdagangan Berjangka Harus Lebih Agresif: Masih Butuh Political Will Pemerintah
  • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA (Palembang) | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu
  • PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor
  • RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi