Pelan-pelan, Harga Emas Sudah Hampir Mentok!

Karyawan gerai emas  memperbaiki perhiasan warna emas (chrome) berupa cincin di Cikini Gold Center, Jakarta Pusat, Selasa (28/7/20). harga emas Antam juga berhasil naik Rp 25.000 menjadi Rp 964.120/gram untuk emas kepingan 100 gram yang lumrah dijadikan acuan. Sedangkan untuk kepingan 1 gram berada di Rp 1.022.000/gram berhasil menembus level 1 juta per gram. (CNBC Indonesia/Tri Susilo) - Rifan Financindo
Foto: Pengrajin Perhiasan Emas (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Rifan Financindo – Harga emas dunia turun tipis pada perdagangan pagi ini. Koreksi itu sepertinya disebabkan hasrat investor untuk mencairkan cuan.

Pada Rabu (10/11/2021) pukul 07:21 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 1.830,29/troy ons. Turun 0,06% dibandingkan posisi hari sebelumnya.

Kemarin, harga emas ditutup di US$ 1.831,48/troy ons, naik 0,4%. Kenaikan ini menggenapi tren penguatan harga sang logam mulia menjadi empat hari beruntun. Selama empat hari tersebut, harga naik 3,5%.

 Oleh karena itu, sangat wajar kalau investor ingin merealisasikan keuntungan yang sudah didapat. Soalnya, jarang-jarang emas bisa begini pada 2021. Sejak akhir 2020 (year-to-date), harga emas masih membukukan koreksi 3,57% secara point-to-point.

\

Data Inflasi AS Tentukan Nasib Emas

Dalam waktu dekat, sentimen yang akan mempengaruhi harga emas adalah rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) malam ini waktu Indonesia. Konsensus pasar yang dihimpun Reuters memperkirakan laju inflasi Negeri Paman Sam pada Oktober 2021 adalah 5,8% year-on-year (yoy). Ini akan menjadi inflasi di atas 5% selama lima bulan beruntun.

Percepatan laju inflasi akan membuat bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) makin yakin untuk menaikkan suku bunga acuan tahun depan. Kenaikan suku bunga acuan akan menjadi ‘obat kuat’ bagi dolar AS dan mimpi buruk buat emas.

Harga emas dan dolar AS punya hubungan berbanding terbalik. Saat dolar AS perkasa, maka emas justru merana.

Ini karena emas adalah aset yang dibanderol dalam dolar AS. Begitu mata uang Negeri Adidaya menguat, maka emas menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain. Permintaan emas turun, harga pun mengikuti.

“Saat harga mendekati kisaran US$ 1.830-1.835/troy ons, sepertinya investor bakal mulai khawatir. Soalnya, harga emas tidak berhasil menembus di atas itu pada Juli dan Agustus lalu,” kata Phillip Streible, Chief Market Strategist di Blue Lines Futures yang berbasis di Chicago (AS), seperti dikutip dari Reuters.

TIM RISET CNBC INDONESIA (aji/aji)

Sumber : CNBC Indonesia

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.