Semarak Akhir Pekan, Nikkei-Hang Seng-Shanghai Melesat!

People walk past an electronic stock board showing Japan's Nikkei 225 index at a securities firm in Tokyo Wednesday, Dec. 11, 2019. Asian stock markets have risen following a report President Donald Trump plans to delay a tariff hike on Chinese goods. (AP Photo/Eugene Hoshiko) - Rifan Financindo
Foto: Bursa Jepang (Nikkei). (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Rifan Financindo – Bursa Asia kembali dibuka positif pada perdagangan Jumat (8/10/2021), di mana pasar saham China pada hari ini kembali dibuka setelah selama empat hari terakhir tidak dibuka karena adanya libur nasional.

Indeks Nikkei Jepang dibuka terbang 1,27%, Hang Seng Hong Kong melonjak 1,18%, Shanghai Composite China melesat 1,1% Straits Times Singapura menguat 0,13%, dan KOSPI Korea Selatan terapresiasi 0,62%.

Investor akan memantau pergerakan pasar saham China yang pada hari ini kembali dibuka setelah selama empat hari terakhir tidak dibuka karena adanya libur nasional.

Investor juga akan memantau pergerakan saham properti di China, setelah beberapa perusahaan pengembang properti China mulai dilanda krisis likuiditas seperti yang terjadi di Evergrande sebelumnya.

Di lain sisi, China juga akan merilis data aktivitas jasa pada periode September 2021. Data aktivitas jasa yang tercermin pada Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Manager’s Index/PMI) versi Caixin/Markit akan dirilis pada pukul 09:45 waktu setempat atau pukul 08:45 WIB.

Sementara itu, pergerakan bursa Asia pada pagi hari ini kembali cenderung mengikuti pergerakan bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street yang kembali mencatatkan kinerja positifnya pada perdagangan Kamis (7/10/2021) waktu AS,

Menguatnya kembali Wall Street disebabkan karena investor merespons positif dari sikap Kongres AS yang semakin kooperatif untuk menaikkan batas utang AS dalam jangka pendek.

Indeks Dow Jones Industrial (DJI) melesat 0,98% ke level 34.754,94, S&P 500 menguat 0,83% ke 4.399,76, dan Nasdaq Composite melonjak 1,05% ke posisi 14.654,02.

Pimpinan Minoritas Senat, Mitch McConnell menawarkan penundaan jangka pendek batasan utang pemerintah AS untuk menghindari gagal bayar (default) dan krisis ekonomi, yang menurut ekonom bisa memiliki efek buruk.

“Kesepakatan sementara seharusnya bisa membantu mengurangi persoalan batas utang terkait volatilitas pasar dalam beberapa pekan ke depan karena perhatian beralih pada bulan Desember,” tutur Mark Haefele, Direktur Investasi UBS, seperti dikutip CNBC International.

Selain merespons positif terkait plafon utang AS, investor juga merespons positif dari data klaim tunjangan pengangguran pada pekan lalu yang terpantau makin membaik.

Klaim tunjangan pengangguran pekan lalu tercatat sebesar 326.000, atau lebih baik dari proyeksi ekonom dalam polling Dow Jones yang memperkirakan angka 345.000. klaim pekan sebelumnya tercatat mencapai 362.000 klaim.

Oktober dikenal sebagai bulan penuh volatilitas di AS. Hal ini terjadi sepanjang pekan ini, meski Goldman Sachs melaporkan bahwa ekonomi semakin membaik. Pasar bakal mengantisipasi rilis kinerja keuangan perusahaan pada kuartal III-2021 yang akan dimulai pada pekan depan.

TIM RISET CNBC INDONESIA (chd/chd)

Sumber : CNBC Indonesia

Baca Juga :

Info Lowongan Kerja

Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
PT Rifan

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.