FILE PHOTO: Gold bullion is displayed at Hatton Garden Metals precious metal dealers in London, Britain July 21, 2015. REUTERS/Neil Hall/File Photo - PT Rifan

Foto: Emas Batangan ditampilkan di Hatton Garden Metals, London pada 21 July 2015 (REUTERS/Neil Hall/File Photo)

PT Rifan – Harga emas gagal lagi menyentuh level psikologis US$ 1.750/troy ons. Belum ada katalis positif kuat yang mampu menerbangkan harga emas untuk sementara waktu.

Kemarin harga emas di pasar spot sempat menyentuh US$ 1.743/troy ons. Namun harga si logam kuning berbalik arah melemah 0,26% ke US$ 1.739/troy ons pada perdagangan pagi hari ini, Rabu (7/4/2021).

 

Emas butuh katalis untuk benar-benar bisa terangkat. Katalisnya berupa pelemahan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah Paman Sam. Ketika keduanya turun tajam niscaya harga emas punya peluang besar untuk bangkit dari pergerakan sempitnya.

Sayang dolar AS dan yield surat utang AS turunnya masih pelan-pelan. Yield obligasi masih berada di rentang tertingginya dalam satu tahun terakhir di 1,66%. Sementara itu indeks dolar masih tetap bertengger di level tertingginya sejak November.

Laju vaksinasi yang agresif di banyak negara serta data-data perekonomian yang ciamik turut menekan harga emas. Emas baru banyak diburu ketika perekonomian sedang lesu. Saat ekonomi sumringah emas cenderung dilepas.

Data-data sektor manufaktur yang bergeliat seolah semakin meyakinkan bahwa pemulihan ekonomi itu benar adanya. Risk appetite investor pulih ketika ekonomi moncer. Mereka lebih memilih aset berisiko seperti saham dibandingkan dengan aset lain seperti emas dan obligasi.

Setidaknya dalam laporan riset terbaru BlackRock, perusahaan investasi global dengan kelolaan mencapai US$ 8,7 triliun tersebut lebih merekomendasikan saham dibanding obligasi.

Bank investasi Wall Street JPMorgan bahkan merekomendasikan kliennya untuk menaruh sebagian uangnya ke aset digital seperti Bitcoin. JPMorgan merekomendasikan setidaknya 1% dari portofolio bisa dialihkan ke Bitcoin.

Di saat yang sama bank tersebut juga mencatat bahwa ada pergeseran minat investor dari emas ke Bitcoin. Hal ini tercermin dari adanya outflow dari emas senilai US$ 20 miliar dan inflow ke Bitcoin mencapai US$ 7 miliar.

TIM RISET CNBC INDONESIA (twg/twg)

Sumber : CNBC Indonesia
Baca Juga :

Info Lowongan Kerja

Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
PT Rifan