A currency trader walks by screens showing the Korea Composite Stock Price Index (KOSPI), left, and the foreign exchange rate between U.S. dollar and South Korean won at the foreign exchange dealing room in Seoul, South Korea, Thursday, Feb. 7, 2019. Asian shares were mostly higher Thursday on news that the Reserve Bank of Australia may cut interest rates, driving hopes that other central banks could come to the same conclusion. (AP Photo/Lee Jin-man) - PT Rifan

Foto: Seorang pedagang mata uang bekerja di dekat layar yang menunjukkan nilai tukar mata uang asing di ruang transaksi pertukaran mata uang asing di Seoul, Korea Selatan, Kamis, 7 Februari 2019. Foto AP / Lee Jin-man

PT Rifan – Bursa saham Asia dibuka berjatuhan pada Kamis ini (28/1/21), menyusul koreksi dalam dari bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street pada perdagangan Rabu (27/1/21) waktu setempat.

Tercatat indeks Nikkei Jepang dibuka ambles 1,91%, Hang Seng Hong Kong anjlok 1,31%, Shanghai Composite China terjatuh 1,08%, Straits Times Index (STI) Singapura ambrol 1,26%, dan KOSPI Korea Selatan terkoreksi parah 2,03%.

Beralih ke Negeri Paman Sam, bursa saham Wall Street ditutup berjatuhan pada perdagangan Rabu (27/1/21) waktu setempat (Kamis pagi waktu Indonesia), di tengah kenaikan kecemasan pelaku pasar atas kasus corona global yang sudah menyentuh angka 100 juta kasus positif.

Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 2,05% ke level 30.303,17, S&P 500 ambrol 2,57% ke posisi 3.750,77 dan Nasdaq Composite ambles parah 2,61% ke 13.270,6.

Indeks Volatilitas Cboe, atau yang dikenal sebagai indeks kecemasan pelaku pasar, tercatat melompat di atas 27 dan ditutup di level tertingginya 37, menjadi yang tertinggi sejak 30 Oktober.

Muncul spekulasi bahwa merahnya Wall Street terjadi setelah saham-saham unggulan terpaksa dilego oleh investor raksasa dan hedge fund untuk menutupi posisi jual kosong (short sell) mereka di saham-saham lain yang tiba-tiba melesat.

Melesatnya saham-saham ini terjadi setelah investor ritel dari forum “r/wallstreetbets” melakukan pembelian terhadap saham-saham yang banyak di jual kosong dan mengajak ‘perang’ investor raksasa seperti hedge funds.

Saham-saham yang banyak di jual kosong yang melesat kencang di antaranya termasuk Gamestop, AMC Entertainment, Blackberry, Nokia, dan lain sebagainya yang merupakan perusahaan yang sudah kehilangan tajinya sehingga investor raksasa bertaruh perseroan akan kolaps dalam waktu dekat.

“Ini permainan yang berbahaya dimainkan oleh kedua pemain yang membeli maupun yang menjual,” ujar Mathhew Keator, managing partner dari Keator Group.

Pemberat indeks Dow sendiri datang dari saham Boeing yang anjlok 3,97% yang merugi 6,5 miliar dolar AS setelah terserang pandemi virus corona dan permasalahan keamanan pesawat Boeing 737 Max.

Sementara itu, bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) mempertahankan suku bunga acuannya di dekat nol setelah kesimpulan dari pertemuan 2 hari pada hari Rabu. The Fed juga mengatakan akan terus membeli setidaknya US$ 120 miliar obligasi sebulan.

“Perekonomian masih jauh dari kebijakan moneter dan tujuan inflasi kami, dan mungkin perlu waktu untuk mencapai kemajuan substansial lebih lanjut.” kata Ketua The Fed, Jerome Powell dalam konferensi pers pasca pertemuannya.

TIM RISET CNBC INDONESIA (chd/chd)

Sumber : CNBC Indonesia
Baca Juga :

Info Lowongan Kerja

Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
PT Rifan