Gold bars are stacked in the safe deposit boxes room of the Pro Aurum gold house in Munich, Germany,  August 14, 2019. REUTERS/Michael Dalder -  PT Rifan Financindo Berjangka

Foto: Emas Batangan dan Koin dalam brankas Pro Aurum di Munich, Jerman pada 14 Agustus 2019. (REUTERS/Michael Dalder)

PT Rifan Financindo Berjangka – Dalam tiga hari perdagangan terakhir harga emas kurang bergairah. Padahal di saat yang sama dolar AS juga berada dalam tren koreksi. Kabar positif seputar vaksin Covid-19 masih jadi pemicu utama tertekannya harga logam kuning itu.

Jumat (20/11/2020) harga logam mulia emas di pasar spot turun 0,16%. Pada 09.10 WIB harga bullion berada di level US$ 1.864,36/troy ons yang merupakan harga terendahnya dalam sepuluh hari terakhir.

Harga emas justru terkoreksi di saat dolar AS sedang terperosok. Biasanya harga emas dan dolar AS punya korelasi negatif yang kuat. Artinya melemahnya greenback bakal memicu kenaikan harga emas.

Anjloknya dolar AS memang sempat membuat harga emas melejit. Namun itu tak bertahan lama. Pasar sedang bertaruh pada pemulihan ekonomi yang lebih cepat dengan adanya vaksin Covid-19.

Dalam dua pekan terakhir Pfizer, BioNTech dan Moderna mengumumkan bahwa kandidat vaksin yang mereka kembangkan diklaim memiliki tingkat keampuhan lebih dari 90%. Berita ini membuat risk appetite di pasar membaik dan menyebabkan terjadinya aksi jual emas.

Hanya saja ke depan masih ada beberapa risiko serta potensi untuk kenaikan harga emas. Menurut analis pasar dari OANDA yaitu Edward Moya, emas masih punya tiga katalis utama yang bisa mendongkrak harganya ke US$ 2.300/troy ons untuk paruh pertama tahun 2021.

Katalis pertama adalah melonjaknya kasus infeksi Covid-19 di AS. Moya memperkirakan dalam sehari angka pertambahan kasus infeksi Covid-19 di AS bakal tembus 200.000.

Ketika rumah sakit mulai terisi penuh dan sistem kesehatan mulai kewalahan, kongres berpotensi bakal menurunkan egonya dan akan mengucurkan paket stimulus. Seperti diketahui bersama stimulus menjadi sentimen positif yang menggerakkan harga emas sepanjang tahun ini.

Katalis kedua adalah koreksi yang terjadi di pasar saham. Akan tiba masanya di mana harga aset-aset ekuitas bakal terkoreksi 3% sampai 5% karena investor telah memperhitungkan dampak vaksin.

Saat itulah para investor dan trader mencari aset lain yang lebih bisa menghasilkan cuan. Emas sebagai ase safe haven (minim risiko) akan menjadi salah satu aset yang diburu untuk melindungi portofolio yang mengecewakan di aset ekuitas maupun imbal hasil riil negatif dari aset safe haven lain yaitu obligasi pemerintah AS.

Katalis ketiga tak lain dan tak bukan adalah angka pengangguran yang tinggi baik di AS maupun mengglobal. Dampak signifikan yang ditimbulkan oleh lockdown untuk mengendalikan wabah Covid-19 menimbulkan konsekuensi serius di sektor ketenagakerjaan.

Angka pengangguran yang tinggi akan mendorong koordinasi lebih erat antara kebijakan fiskal yang ekspansif dan moneter yang ultra longgar. Lagi-lagi dua kebijakan ini bakal mendorong emas untuk terbang lebih tinggi.

TIM RISET CNBC INDONESIA (twg/twg)

Sumber : CNBC Indonesia
Baca Juga :

Info Lowongan Kerja

Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
PT Rifan