FILE PHOTO: Gold bullion is displayed at Hatton Garden Metals precious metal dealers in London, Britain July 21, 2015. REUTERS/Neil Hall/File Photo - PT Rifan Financindo

Foto: Emas Batangan ditampilkan di Hatton Garden Metals, London pada 21 July 2015 (REUTERS/Neil Hall/File Photo)

PT Rifan Financindo – Pada perdagangan pekan lalu, harga emas dunia melesat 1,62%. Namun di awal pekan ini Senin (12/10/2020), harga logam kuning tersebut mulai terkoreksi.

Pada 07.20 WIB, harga emas dunia di pasar spot melemah 0,22% ke US$ 1.925,2/troy ons. Harga emas terdongkrak di hari terakhir perdagangan pekan lalu pasca Trump mulai melunak soal paket stimulus Covid-19 lanjutan untuk masyarakat AS.

Kabar stimulus ini direspons positif oleh pasar keuangan global lantaran bakal meningkatkan likuiditas rumah tangga di AS serta mendongkrak daya beli mereka. Saking besarnya stimulus yang sudah diberikan baik moneter maupun fiskal, harga emas jadi melambung tinggi.

 

Banyaknya pasokan uang di perekonomian pada akhirnya membuat dolar AS melorot tajam. Indeks dolar AS drop karena adanya ekspektasi inflasi yang tinggi di masa depan dan menyebabkan devaluasi mata uang.

Investor berupaya mencari suaka dan melakukan rebalancing portofolionya dengan memasukkan emas sebagai strategi diversifikasi maupun proteksi (hedging) dari inflasi itu sendiri.

Namun tampaknya meski Trump melunak, jalannya diskusi terkait paket stimulus yang bakal diberikan tersebut masih penuh dengan rintangan. Hal ini lah yang membuat harga emas tergelincir hari ini.

Pemerintahan Trump, Partai Demokrat dan Partai Republik masih silang pendapat soal besaran stimulus yang harus ditanggung. Partai Republik mengusulkan paket stimulusnya tak lebih dari US$ 1,5 triliun.

Sementara itu Demokrat mengusulkan besaran stimulus ekonomi di angka US$ 2,2 triliun. Trump kemudian mencoba mengambil jalan tengah dengan mengusulkan besarannya di angka US$ 1,8 triliun.

Hal tersebut membuat jalannya diskusi menjadi terhambat. Sebelumnya di pekan lalu Pemimpin Senat Mayoritas AS Mitch McConnel mengungkapkan bahwa kemungkinan tak ada stimulus yang goal sampai tiga minggu ke depan.

Tentu ini jadi faktor penghambat untuk emas dapat naik lagi lebih tinggi dalam jangka waktu dekat. Namun jika untuk waktu yang lama, prospek emas masih terbilang bagus.

Jeff Pontius, CEO Corvus Gold mengatakan kepada Kitco bahwa emas merupakan barang langka, jika dibarengi dengan kondisi makroekonomi yang masih penuh ketidakpastian, harga emas ke US$ 3.000 bukanlah hal yang mustahil.

“kita berada di siklus yang memiliki faktor fundamental yang menarik. Sepanjang krisis keuangan, kita menyalurkan US$ 1,5 triliun dalam bentuk pasokan uang. Namun sekarang angkanya lebih US$ 20 triliun” kata Pontlus.

TIM RISET CNBC INDONESIA (twg/twg)

Sumber : CNBC Indonesia
Baca Juga :

Info Lowongan Kerja

Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
PT Rifan