FILE PHOTO: An employee sorts gold bars in the Austrian Gold and Silver Separating Plant 'Oegussa' in Vienna, Austria, December 15, 2017.  REUTERS/Leonhard Foeger/File Photo - PT Rifan Financindo Berjangka

Foto: REUTERS/Leonhard Foeger

PT Rifan Financindo Berjangka – Pelemahan dolar AS menjadi berkah bagi logam mulia emas. Hari ini, Selasa (15/9/2020) harga logam kuning mengalami penguatan.

Pada 09.00 WIB, harga emas dunia di pasar spot naik 0,2% ke US$ 1.961,4/troy ons. Pada saat yang sama, indeks dolar yang mengukur kekuatan dolar AS melemah tipis. Sebagai komoditas yang dibanderol dalam dolar AS, emas mendapat dukungan dari pelemahan the greenback.

 

Dolar yang melemah membuat emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain sehingga bisa meningkatkan minat beli terhadap bullion.

“Emas naik karena dolar berada di bawah tekanan. Kami juga melihat Steven Mnuchin menunjukkan bahwa mereka menginginkan semacam kesepakatan stimulus fiskal dilakukan, sehingga akan semakin melemahkan dolar,” kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Garis Berjangka di Chicago kepada Reuters.

Pekan ini beberapa bank sentral global akan mengumumkan kebijakan moneternya termasuk the Fed sebagai otoritas moneter paling berpengaruh di dunia. The Fed akan mengumumkan kebijakannya pada hari Rabu, sementara Bank of England (BoE) dan Bank of Japan (BoJ) sehari setelahnya.

Kebijakan bank sentral yang ultra akomodatif untuk menahan perekonomian dari kejatuhan lebih lanjut akibat pandemi Covid-19 di sepanjang tahun ini telah membuat harga emas meroket hingga 29%.

Stance dovish bank sentral masih tampak. The Fed akan membiarkan inflasi lebih tinggi selama secara rata-rata kisaran inflasi berada di angka 2%. Untuk mencapainya suku bunga rendah masih akan ditahan lebih lama lagi.

Suku bunga yang rendah dan inflasi berarti akan memicu devaluasi dolar AS. Emas sebagai aset untuk lindung nilai dari devaluasi mata uang serta inflasi pun menjadi aset yang menarik dan dilirik investor.

“The Fed diperkirakan akan mempertahankan tingkat target inflasi, pada sasaran 2% untuk beberapa waktu dan mereka akan meningkatkan Pelonggaran Kuantitatif (QE), sehingga akan tetap mendukung emas,” kata Streible, mengutip Reuters.

TIM RISET CNBC INDONESIA (twg/twg)

Sumber : CNBC Indonesia
Baca Juga :

Info Lowongan Kerja

Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
PT Rifan