Omicron Diramal “Kuasai” Dunia dalam 3 Bulan, Emas Terbang?

Gold bars are stacked in the safe deposit boxes room of the Pro Aurum gold house in Munich, Germany,  August 14, 2019. REUTERS/Michael Dalder - Rifan Financindo
Foto: Emas Batangan dan Koin dalam brankas Pro Aurum di Munich, Jerman pada 14 Agustus 2019. (REUTERS/Michael Dalder)

Rifan Financindo – Virus corona varian Omicron masih terus menyebar, Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mengatakan setidaknya 23 negara sudah “disusupi”. Meski demikian, penyebaran Omicron tersebut belum mampu mendongkrak kinerja emas dunia.

Emas yang dianggap sebagai aset safe have memang sempat melesat di pekan ini, tetapi tidak lama langsung berbalik merosot. Pada perdagangan Kamis kemarin, emas berakhir di US$ 1.768,63/troy ons, merosot 0,8% di pasar spot melansir data Refinitiv.

Virus Omicron yang dikatakan lebih gampang menyebar ketimbang varian delta serta ada kemungkinan kebal terhadap vaksin dikatakan bisa “menguasai” dunia dalam 3 sampai 6 bulan ke depan.

Hal itu dikatakan oleh dokter spesialis penyakit menular, Leong Hoe Nam, dari rumah sakit Mount Elizabeth Novena.

“Sejujurnya, Omicron akan mendominasi dan membanjiri seluruh dunia dalam 3 sampai 6 bulan ke depan,” kata Leong dalam acara Street Signs Asia, CNBC International Rabu (1/12).

Saat ini corona varian Delta yang menguasai dunia. Menurut laporan Reuters penyakit akibat virus corona (Covid-19) saat ini 99% merupakan varian Delta, yang pertama kali ditemukan di India pada bulan Maret 2021, dan mendominasi di dunia di bulan Juli.

Artinya dalam tempo 4 bulan Delta “menguasai” dunia, dengan Omicron yang dikatakan lebih menular tentunya bisa lebih cepat lagi jika tidak menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Penyebaran tersebut dikhawatirkan akan membuat perekonomian dunia melambat lagi. Dalam kondisi tersebut emas sebenarnya menjadi aset pilihan investasi. Tetapi di pekan ini emas tidak menunjukkan tanda-tanda tersebut, justru ikut merosot bersama bursa saham global.

xau

Merosotnya emas tidak lepas dari kemungkinan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau yang dikenal dengan Federal Reserve (The Fed) akan mempercepat normalisasi kebijakan moneternya.

The Fed resmi mengumumkan akan melakukan tapering atau pengurangan nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE) sebesar US$ 15 miliar setiap bulannya mulai November lalu. Dengan nilai QE sebesar US$ 120 miliar, butuh waktu 8 bulan untuk menyelesaikannya. Artinya, tapering akan berakhir pada bulan Juni tahun depan.

Namun dalam beberapa pekan terakhir banyak pejabat elit The Fed yang mendorong tapering dilakukan lebih cepat guna meredam tingginya inflasi. Dan, ketua The Fed Jerome Powell di pekan ini mengatakan bisa mempercepat laju tapering.

“Saat ini perekonomian sangat kuat dan inflasi juga sangat tinggi, oleh karena itu menurut pandangan saya akan tepat jika mempertimbangkan menyelesaikan tapering lebih cepat, mungkin beberapa bulan lebih awal,” kata Powell di hadapan Senat AS, sebagaimana diwartakan CNBC International, Selasa (30/11).

Ketika tapering dipercepat, suku bunga juga kemungkinan akan naik lebih awal. Hal tersebut memberikan pukulan telak bagi emas.

Powell juga mengatakan akan membahas mengenai percepatan tapering di bulan ini.

“Saya mengharapkan The Fed akan mendiskusikan percepatan tapering pada rapat bulan Desember,” tambah Powell.

The Fed akan mengadakan rapat kebijakan moneter pada 14 dan 15 Desember waktu setempat. Sebelum pengumuman tersebut, emas tampaknya masih sulit untuk menguat tajam.

TIM RISET CNBC INDONESIA (pap/pap)

Sumber : CNBC Indonesia

Baca Juga :

Info Lowongan Kerja

Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
PT Rifan

‘Hilal’ Kebangkitan Emas Belum Keliatan, Adanya Nyungsep!

Toko Emas Cikini Gold Center, Cikini, Jakarta Pusat (21/6/2019). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) - PT Rifan
Foto: Toko Emas Cikini Gold Center, Cikini, Jakarta Pusat (21/6/2019). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

PT Rifan – Harga emas dunia bergerak turun pada perdagangan hari ini. Ke depan, bagaimanakah kira-kira nasib harga sang logam mulia?

Pada Kamis (2/12/2021)pukul 07:33 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 1.781,24/troy ons. Turun tipis 0,08% dari posisi hari sebelumnya.

Harga emas seakan sulit bergerak signifikan selama beberapa hari terakhir. Dalam seminggu ini, harga emas bergerak terbatas, hanya turun 0,42% secara point-to-point.

Sayangnya, ‘hilal’ pertanda kebangkitan harga belum terlihat. Ya, harga emas kemungkinan masih akan melanjutkan tren koreksi.

Wang Tao, Analis Komoditas Reuters, memperkirakan harga emas akan jatuh menuju US$ 1.758/troy ons. Ini bisa kejadian kalau harga menembus ke bawah titik support US$ 1.780/troy ons.

emasSumber: Reuters

“Dalam beberapa hari ke depan, harga emas mungkin akan ‘longsor’ menuju US$ 1.720/troy ons. Proyeksi bearish belum berubah,” tegas Wang dalam risetnya.

Melihat perdagangan harian, Wang menilai saat ini harga emas sedang berada di gelombang C. Gelombang ini bisa membawa harga ke US$ 1.632/troy ons. Oleh karena harga sudah berada di bawah US$ 1.783/troy ons, maka target US$ 1.632/troy ons cukup masuk akal.

emasSumber: Reuters

TIM RISET CNBC INDONESIA
(aji/aji)

Pucuk Dicinta Ulam Tiba, Harga Emas Akhirnya Melesat Juga!

Gold bars and coins are stacked in the safe deposit boxes room of the Pro Aurum gold house in Munich, Germany,  August 14, 2019. REUTERS/Michael Dalder - PT Rifan
Foto: Emas Batangan dan Koin dalam brankas Pro Aurum di Munich, Jerman pada 14 Agustus 2019. (REUTERS/Michael Dalder)

PT Rifan – Harga emas dunia akhirnya mampu mencatat penguatan pada perdagangan Rabu (1/12) setelah dua hari sebelumnya selalu dibanting turun ketika berusaha menanjak. Tekanan bagi emas sebenarnya masih besar sebab ada kemungkinan bank sentral Amerika Serikat (AS) akan menaikkan suku bunga lebih cepat.

Melansir data Refinitiv, emas pada perdagangan Rabu berakhir di US$ 1.782,66/troy ons, melesat 0,5% di pasar spot. Di hari sebelumnya, emas sempat melambung lebih dari 1,3% sebelum kena “smash” ketua bank sentral AS (The Fed), Jerome Powell, hingga akhirnya berbalik melemah 0,6%.

Powell kemarin mengatakan bisa mempercepat laju tapering atau pengurangan nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE) yang membuat emas terpuruk.

xau

“Saat ini perekonomian sangat kuat dan inflasi juga sangat tinggi, oleh karena itu menurut pandangan saya akan tepat jika mempertimbangkan menyelesaikan tapering lebih cepat, mungkin beberapa bulan lebih awal,” kata Powell di hadapan Senat AS, sebagaimana diwartakan CNBC International, Selasa (30/11).

Jika tapering dipercepat, ada peluang The Fed juga menaikkan suku bunga lebih awal. Jika itu terjadi, harga emas dunia berisiko rontok.

Tetapi, banyak analis melihat pernyataan Powell tersebut hanya akan menekan emas untuk sementara.

“Pernyataan Powell memberikan hambatan bagi emas untuk jangka pendek, tetapi tidak akan memberikan dampak panjang sebab dipercepatnya tapering sudah diantisipasi pasar,” kata Harshal Barot, konsultan senior Metals Focus, sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (1/12).

“Masih banyak ketidakpastian di pertumbuhan ekonomi akibat varian terbaru virus corona serta apakah tingginya inflasi hanya sementara atau akan berlangsung lama, hal itu akan menahan penurunan emas lebih dalam,” tambahnya.

Sementara itu analis dari Credit Suisse melihat The Fed akan menaikkan suku bunga di semester II-2022. Lebih lambat ketimbang spekulasi pasar yakni kenaikan di bulan Juni 2022.

Analis tersebut melihat imbal hasil (yield) riil masih akan negatif cukup dalam sebelum The Fed menaikkan suku bunga.

“The Fed akan menaikkan suku bunga satu kali di semester II 2022, dan antara saat ini hingga ke kenaikan tersebut inflasi kemungkinan akan terus menajak, dan yield riil masih negatif dalam, sehingga akan menopang kenaikan emas,” kata analis tersebut dalam sebuah catatan yang dikutip Reuters.

TIM RISET CNBC INDONESIA (pap/pap)

Sumber : CNBC Indonesia

Baca Juga :

Info Lowongan Kerja

Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
PT Rifan

Tragis! Baru Melambung Emas Kena “Smash” Jay Powell

Gold bars are stacked in the safe deposit boxes room of the Pro Aurum gold house in Munich, Germany,  August 14, 2019. REUTERS/Michael Dalder - PT Rifan Financindo
Foto: Emas Batangan dan Koin dalam brankas Pro Aurum di Munich, Jerman pada 14 Agustus 2019. (REUTERS/Michael Dalder)

PT Rifan Financindo – Harga emas dunia sempat melambung lebih dari 1,3% ke kisaran US$ 1.808/troy ons pada perdagangan Selasa kemarin. Tetapi belum sempat menikmati kenaikan tajam tersebut, emas malah kena “smash” Jerome ‘Jay’ Powell, ketua bank sentral Amerika Serikat (AS) atau yang dikenal dengan Federal Reserve (The Fed).

Melansir data Refintiv, emas mengakhiri perdagangan Selasa di US$ 1.773,78/troy ons, merosot 0,63% di pasar spot. Jika dilihat dari level tertinggi kemarin, “smash” yang diberikan Powell membuat emas menukik nyaris 2%.

xau

Melambungnya emas kemarin terjadi akibat sentimen pelaku pasar yang kembali memburuk. Penyebabnya, CEO Moderna, Stephane Bancel mengatakan kepada Financial Times jika dia memperkirakan vaksin yang ada saat ini kurang efektif melawan Omicron.

Senin lalu, Bancel juga mengatakan akan memerlukan waktu beberapa bulan jika harus mengembangkan vaksin baru.

Alhasil, bursa saham Asia yang sebelumnya menghijau seketika berbalik melemah. Bursa Eropa dan AS (Wall Street) juga menyusul rontok.

Emas yang menyandang status safe haven kembali menjadi incaran para investor, harganya pun melambung.

Tetapi tidak lama logam mulia ini juga akhirnya berbalik arah setelah Powell bisa mempercepat laju tapering atau pengurangan nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE).

“Saat ini perekonomian sangat kuat dan inflasi juga sangat tinggi, oleh karena itu menurut pandangan saya akan tepat jika mempertimbangkan menyelesaikan tapering lebih cepat, mungkin beberapa bulan lebih awal,” kata Powell di hadapan Senat AS, sebagaimana diwartakan CNBC International, Selasa (30/11).

The Fed mulai mulai melakukan tapering sebesar US$ 15 miliar setiap bulannya mulai November lalu. Dengan nilai QE sebesar US$ 120 miliar, butuh waktu 8 bulan untuk menyelesaikannya. Artinya, tapering akan berakhir pada bulan Juni tahun depan.

“Saya mengharapkan The Fed akan mendiskusikan percepatan tapering pada rapat bulan Desember,” tambah Powell.

Jika tapering dipercepat, ada peluang The Fed juga menaikkan suku bunga lebih awal.

Suku bunga merupakan salah satu “musuh” utama emas, ketika suku bunga di AS naik maka daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil akan menurun. Selain itu, opportunity cost berinvestasi emas juga akan mengalami peningkatan.

TIM RISET CNBC INDONESIA (pap/pap)

Harga Emas Bisa Naik, Tapi Nggak Lama! Main Cantik Ya…

Saiful (48) melakukan proses pencucian gelang silver di salah satu pasar di Jakarta, Kamis (25/11/2021). Meski mengalami penurunan pendapatan hingga hampir 50% akibat pandemi Covid-19, para pengrajin cuci perhiasan tetap bertahan. Berbekal sejumlah alat sederhana yang terjajar di depannya, pria berusia 48 tahun tersebut tampak terampil tatkala membersihkan perhiasan-perhiasan milik pelanggannya. Menurut Saiful - PT Rifan Financindo
Ilustrasi Emas Perhiasan (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

PT Rifan Financindo Harga emas dunia bergerak turun pada perdagangan pagi ini. Tren koreksi harga sang logam mulia sudah terjadi sejak minggu lalu.

Pada Senin (29/11/2021) pukul 06:26 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 1.784,46/troy ons. Turun 0,41% dari posisi akhir pekan lalu.

Sepanjang minggu kemarin, harga emas terkoreksi lebih dari 2%. Sepertinya tren penurunan harga bisa berlanjut hari ini.

 

Akan tetapi, bukan berarti harapan telah sirna. Wang Tao, Analis Komoditas Reuters, memperkirakan harga emas berpeluang bangkit.

“Harga emas mungkin akan menguji titik resistance di US$ 1.803/troy ons. Penembusan di titik ini akan membawa harga naik ke US$ 1.817/troy ons,” tegas Wang dalam risetnya.

emasSumber: Reuters

Akan tetapi, lanjut Wang, investor harus tetap waspada. Sebab untuk sementara harga emas masih akan bergerak dekat dengan US$ 1.786/troy ons. Bahkan ada risiko harga turun lagi menuju kisaran US$ 1.758-1.777/troy ons.

“Harga emas sedang menjalani gelombang C, gelombang terakhir dari pola yang terbentuk sejak 7 Agustus. Dalam kekuatan penuh, gelombang ini bisa membawa harga menuju US$ 1.684/troy ons. Jadi, rebound harga emas sepertinya tidak akan bertahan lama,” ungkap Wang.

emasSumber: Reuters

TIM RISET CNBC INDONESIA (aji/aji)

Sumber : CNBC Indonesia

Baca Juga :

Info Lowongan Kerja

Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
PT Rifan

‘Mimpi Buruk’ Harga Emas Sudah Berakhir…?

Suasana pasar pusat perhiasan Cikini, Jakarta Pusat - Rifan Financindo
Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki

Rifan Financindo – Harga emas dunia bergerak naik pada perdagangan pagi hari ini. Ke depan, bagaimanakah nasib harga sang logam mulia?

Pada Jumat (26/11/2021) pukul 08:07 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 1.792,24/troy ons. Naik 0,21% dari hari sebelumnya.

Namun kenaikan ini belum cukup untuk membalik tren harga emas yang sedang menukik. Dalam seminggu terakhir, harga komoditas ini masih turun 2,76% secara point-to-point.

Wang Tao, Analis Komoditas Reuters, menilai ruang kebangkitan harga emas cukup terbuka. Untuk perdagangan hari ini, Wang memperkirakan target harga emas berada di rentang US$ 1.803-1.817/troy ons.

Akan tetapi, risiko koreksi lanjutan tentu masih ada. Wang menilai level support harga emas hari ini berada di kisaran US$ 1.758-1.786/troy ons.

“Harga emas berpeluang rebound ke kisaran US$ 1.803-1.817/troy ons. Ini karena harga mulai stabil di atas titik support US$ 1.786/troy ons,” tulis Wang dalam risetnya.

emasSumber: Reuters

Namun apabila harga malah turun ke bawah US$ 1.780, lanjut Wang, maka ada risiko downtrend yang kemungkinan berakhir di US$ 1.758/troy ons. Jika terus berlanjut, maka harga emas bisa jatuh lebih dalam ke US$ 1.684/troy ons.

“Pola doji yang terbentuk pada Rabu lalu mengindikasikan koreksi dalam sudah selesai. Selama beberapa hari ke depan, ada harapan harga emas akan rebound meski perlahan,” demikian Wang.

emasSumber: Reuters

TIM RISET CNBC INDONESIA (aji/aji)

Duh… Emas Berakit-rakit ke Hulu, Malah Anjlok Kemudian!

Gold bars and coins are stacked in the safe deposit boxes room of the Pro Aurum gold house in Munich, Germany,  August 14, 2019. REUTERS/Michael Dalder - PT Rifan Financindo Berjangka
Foto: Emas Batangan dan Koin dalam brankas Pro Aurum di Munich, Jerman pada 14 Agustus 2019. (REUTERS/Michael Dalder)

PT Rifan Financindo Berjangka – Kemerosotan harga emas dunia berlanjut pada perdagangan Selasa (23/11) bahkan hingga ke bawah US$ 1.800/troy ons. Padahal, sebelumnya emas mampu reli 2 pekan beruntun dan kembali mendekati US$ 1.900/troy ons.

Melansir data Refintiv, emas pada perdagangan Selasa merosot 0,85% ke US$ 1.789,73/troy ons. Sementara sehari sebelumnya ambrol lebih dari 2%. Logam mulia ini sudah anjok dalam 4 hari beruntun dengan total persentase 4,14%.

Jika melihat ke belakang, sejak pertengahan Juni lalu emas sangat sulit untuk naik ke atas US$ 1.800/troy ons. Baru sejak awal bulan ini emas mampu merangkak naik hingga akhirnya menyentuh US$ 1.876/troy ons pada 16 November lalu. Namun sayangnya, hanya hitungan hari emas kembali anjlok ke bawah US$ 1.800/troy ons.

 

xau

Senin lalu, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden yang kembali memilih Jerome Powell sebagai ketua bank sentral AS (The Fed).

Pasar merespon dipilihnya Powell dengan melepas obligasi AS (Treasury). Alhasil yield Treasury tenor 10 tahun sebesar 8,43 basis poin di hari Senin dan 4,33 basis poin Selasa kemarin ke ke 1,6755%. Kemudian indeks dolar AS juga melesat 0,5% di hari Senin dan kemarin terkoreksi tipis 0,08%, tetapi masih berada di level tertinggi sejak Juli 2020.

Kenaikan yield Treasury dan indeks dolar AS tersebut memberikan pukulan telak bagi emas.

Selain itu dipilihnya Powell menguatkan spekulasi tapering atau pengurangan nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE) yang agresif, dan suku bunga naik lebih cepat.

Suku bunga merupakan salah satu “musuh” utama emas, ketika suku bunga di AS naik maka daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil akan menurun. Selain itu, opportunity cost berinvestasi emas juga akan mengalami peningkatan.

Spekulasi tersebut awalnya muncul pada Jumat pekan lalu, setelah Dewan Gubernur The Fed, Christopher Waller menyerukan agar The Fed melipat gandakan tapering atau pengurangan nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE) sehingga bisa berakhir di bulan April tahun depan dan bisa menaikkan suku bunga di kuartal II-2022.

“Pemulihan pasar tenaga kerja yang cepat serta tingginya inflasi mendorong saya untuk melakukan tapering lebih cepat dan tidak lagi menerapkan kebijakan akomodatif di 2022,” kata Waller sebagaimana diwartakan Reuters, Jumat (22/11).

Waller juga mengatakan seandaianya terjadi gejolak di pasar finansial akibat The Fed mempercepat tapering, maka efeknya hanya sementara saja.

“Semua gejolak yang terjadi hanya sementara dan lama-kelamaan akan mereda. Secara logika The Fed tidak akan merespon gejolak yang terjadi, tetapi terkadang melakukannya. Kebijakan moneter The Fed yang tepat digunakan untuk merespon inflasi,” tambahnya.

Selain Waller, wakil ketua The Fed, Richard Clarida juga melontarkan pernyataan yang sama.

“Saya akan melihat data-data yang kami dapatkan mulai saat ini hingga rapat kebijakan moneter di bulan Desember, dan kemungkinan menjadi waktu yang tepat untuk mempercepat laju tapering,” kata Clarida saat berbicara di San Francisco Fed’s 2021 Asia Economic Policy Conference, Sabtu (20/11).

TIM RISET CNBC INDONESIA (pap/pap)

Sumber : CNBC Indonesia

Baca Juga :

Info Lowongan Kerja

Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
PT Rifan

Cek Ramalan Harga Emas Hari Ini! Masih Bisa Naik Lho…

Karyawan gerai emas  memperbaiki perhiasan warna emas (chrome) berupa cincin di Cikini Gold Center, Jakarta Pusat, Selasa (28/7/20). harga emas Antam juga berhasil naik Rp 25.000 menjadi Rp 964.120/gram untuk emas kepingan 100 gram yang lumrah dijadikan acuan. Sedangkan untuk kepingan 1 gram berada di Rp 1.022.000/gram berhasil menembus level 1 juta per gram. (CNBC Indonesia/Tri Susilo) - PT Rifan Financindo
Foto: Pengrajin Perhiasan Emas (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

PT Rifan Financindo – Harga emas dunia bergerak naik pada perdagangan pagi hari ini. Kenaikan tersebut terjadi selepas harga terjun bebas.

Pada Selasa (23/11/2021) pukul 07:17 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 1.808,48/troy ons. Naik 0,19% dari hari sebelumnya.

Kemarin, harga emas anjlok 2,14%. Ini membuat harga sang logam mulia terkoreksi selama tiga hari perdagangan beruntun. Selama tiga hari tersebut, penurunannya mencapai 3,32%.

Oleh karena itu, sekarang harga emas sudah ‘murah’. Akibatnya, investor kembali berburu emas sehingga harganya terangkat, meski tipis saja.

Simak ‘Ramalan’ Harga Emas Hari Ini

Wang Tao, Analis Komoditas Reuters, memperkirakan harga emas masih bisa naik hari ini. Dia menilai target harga emas hari ini ada di US$ 1.817-1.831/troy ons. Namun investor masih kudu hat-hati, karena ada risiko harga bergerak ke level support di kisaran US$ 1.803-1.786/troy ons.

“Titik resistance harga emas sekarang ada di US% 1.849/troy ons. Penembusan di titik ini akan membuat harga bisa naik, meski tidak terlalu impresif. Mungkin menuju US$ 1.859/troy ons,” sebut Wang salam risetnya.

Melihat pergerakan harga harian, lanjut Wang, target terdekat harga emas ada di US$ 1.828/troy ons. Namun jika harga malah turun, maka tidak hanya akan menuju ke US$ 1.800/troy ons tetapi juga menjadi sinyal tren koreksi bakal berlanjut.

emasSumber: Reuters

TIM RISET CNBC INDONESIA (aji/aji)

Sumber : CNBC Indonesia

Baca Juga :

Info Lowongan Kerja

Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
PT Rifan

Mau Main Emas Hari Ini? Sabar, Baca ‘Contekan’ Ini Dulu…

Pegawai merapikan emas batangan di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Kamis (22/4/2021). Harga emas batangan yang dijual Pegadaian mengalami penurunan nyaris di semua jenis dan ukuran /satuan.  (CNBC Indonesia/Tri Susilo) - Rifan Financindo
Ilustrasi Emas Perhiasan (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Rifan Financindo – Harga emas dunia bergerak mendatar pada perdagangan pagi ini. Ke depan, apakah prospek harga emas masih ‘bersinar’?

Pada Senin (22/11/2021) pukul 08:28 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 1.844,22/troy ons. Turun tipis hampir flat di 0,02% dibandingkan posisi akhir pekan lalu.

 

Hari ini, investor sepertinya kudu hati-hati. Sebab, ada risiko harga sang logam mulia bisa turun lagi.

Wang Tao, Analis Komoditas Reuters, memperkirakan target harga emas hari ini ada di kisaran US$ 1.817-1.831/troy ons. Sementara titik resistance diperkirakan di kisaran US$ 1.849-1.869/troy ons.

Namun untuk jangka yang agak panjang, Wang menilai harga emas masih punya ruang untuk naik lagi. Dia memperkirakan harga komoditas ini akan mencoba menguji US$ 1.958/troy ons.

“Harga emas dua kali gagal menembus titik US$ 1.926/troy os. Kini pola double-bottom di titik itu sudah terbentuk sehingga mengindikasikan target harga di US$ 1.958/troy ons,” sebut Wang dalam risetnya.

Saat harga menyentuh US$ 1.958/troy ons, demikian Wang, ada ruang untuk naik lagi hingga ke US$ 1.973/troy ons. Selepas itu, harga emas akan memasuki fase konsolidasi dengan perkiraan menuju US$ 1.856/troy ons.

TIM RISET CNBC INDONESIA (aji/aji)

Sumber : CNBC Indonesia

Baca Juga :

Info Lowongan Kerja

Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
PT Rifan

 

Harga Emas Diramal Melambung! Kamu Telat Masuk Ya…?

Pegawai merapikan emas batangan di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Kamis (22/4/2021). Harga emas batangan yang dijual Pegadaian mengalami penurunan nyaris di semua jenis dan ukuran /satuan.  (CNBC Indonesia/Tri Susilo) - Rifan Financindo
Ilustrasi Emas Batangan (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Rifan Financindo – Harga emas dunia turun tipis pada perdagangan pagi ini. Ke depan, bagaimana ‘ramalan’ harga sang logam mulia?

Pada Jumat (19/11/2021) pukul 06:43 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 1.858,06/troy ons. Turun tipis 0,02% dari posisi hari sebelumnya.

Koreksi ini tidak menghapus fakta bahwa harga emas sedang dalam tren meningkat. Dalam sebulan terakhir, harga komoditas ini melesat lebih dari 5% secara point-to-point.

Ke depan, rasanya tren kenaikan harga emas masih akan berlanjut. Wang Tao, Analis Komoditas Reuters, memperkirakan harga emas berpotensi naik hingga US$ 1.878/troy ons dan setelah itu masih bisa menanjak lagi.

“Hal ini terkonfirmasi dengan kenaikan yang tinggi pada Rabu lalu. Dalam waktu dekat, target harga emas berada di kisaran US$ 1.887-1.908/troy ons,” sebut Wang dalam risetnya.

emasSumber: Reuters

Sementara titik support harga emas, lanjut Wang, sepertinya ada di US$ 1.859/troy ons. Penembusan di bawah titik ini akan membawa harga terkoreksi, tetapi tidak terlalu jauh, ke US$ 1.849/troy ons.

Kemudian titik resistance diperkirakan berada di US$ 1.885/troy ons. Jika tertembus, maka harga emas akan melesat ke US$ 1.916/troy ons.

emasSumber: Reuters

TIM RISET CNBC INDONESIA
(aji/aji)

Sumber : CNBC Indonesia

Baca Juga :

Info Lowongan Kerja

Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
PT Rifan