JAKARTA ? Harga minyak dunia terus mengalami penurunan hingga dibawah USD30. Saat ini, harga minyak Brent turun ke tingkat USD28 per barel. Anjloknya harga minyak dunia dipengaruhi jumlah pasokan minyak yang mengalami kelebihan namun tak seiring dengan jumlah permintaan. Terlebih, negara yang tergabung dalam organisasi pengekspor minyak dunia (OPEC) enggan memotong produksinya.

Kondisi ini semakin diperparah setelah pencabutan sanksi internasional terhadap Iran. Pasalnya, Iran kembali leluasa melakukan ekspor global terhadap minyaknya yang membuat pasokan minyak global semakin melimpah.

Anjoknya harga minyak berdampak pada peforma sejumlah perusahaan minyak di dunia. Untuk dapat melakukan efisiensi, perusahaan melakukan berbagai cara mulai dari penurunan biaya operasi hingga pemangkasan jumlah karyawannya. Berikut empat perusahaan minyak yang mengalami imbas anjloknya harga minyak seperti dirangkum Okezone, Kamis (21/1/2016).

Chevron

Chevron Pacific Indonesia adalah salah satu perusahaan yang dikabarkan memangkas jumlah karyawan lantaran anjloknya harga minyak dunia. Untuk melakukan penghematan, perusahaan energi raksasa asal Amerika Serikat (AS) ini akan memangkas sekira 1.500 karyawannya. PHK tersebut akan berlangsung di sekira 24 grup bisnis yang ada di perusahaan. Target pengurangan biaya dari PHK ini mencapai sekira USD1 miliar.

Petronas

Perusahaan minyak dan gas milik pemerintah Malaysia ini mengaku dalam kesulitan besar menghadapi kondisi pasar global. Untuk mengatasi ini, Petronas akan memangkas belanja modal dan belanja operasi untuk empat tahun ke depan sekira 50 miliar ringgit Malaysia atau setara USD11,42 miliar (4,377 ringgit Malaysia per USD). Selain itu, Petronas juga akan mengumumkan perombakan organisasi pada Maret 2016 mendatang, perombakan meliputi pemotongan gaji mulai dari 20 persen hingga 30 persen. Perombakan ini secara otomatis akan mengurangi jumlah staf kontrak yang dipekerjakan.

Shell

Perusahaan minyak asal Belanda, Royal Dutch Shell akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 10.000 karyawannya setelah merger dengan BG Group. Tidak hanya itu, Shell juga akan menjual aset senilai USD30 miliar. Tindakan PHK dan penjualan aset dilakukan guna melindungi profitabilitas perusahaan di era murahnya harga minyak.

Pertamina

Menghadapi anjlok harnya minyak dunia, membuat perusahaan milik Indonesia ini harus mengambil langkah menurunkan biaya operasi sebanyak 30 persen. Bahkan, Pertamina memungkinkan akan melakukan pemangkasan jumlah karyawan. Meski mengaku masih mencari jalan untuk mengatasi kondisi pasar global dengan mempertimbangkan masalah bonus dan kesejahteraan karyawan, namun dipastikan langkah paling akhir yang dilakukan Pertamina adalah pengurangan tenaga kerja.(rai)

(rhs)

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2016/01/21/320/1293337/4-perusahaan-ini-kelimpungan-hadapai-anjloknya-harga-minyak