PT Rifanfinancindo – BANDA ACEH – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkenalkan proyek perkeretaapian pada pertemuan working group meeting kerjasama Growth Triangle (GT) antara Indonesia-Malaysia-Thailand (IMT).

Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo mengatakan, pertemuan tiga negara yang membahas sektor transportasi antara tiga negara tersebut merupakan bagian dari kerja sama ekonomi subregional di negara-negara anggota ASEAN.

?Tahun ini Indonesia menjadi tuan rumah dan Banda Aceh menjadi tempat penyelenggaraannya. Kota Banda Aceh dipilih sebab punya potensi antarwilayah antara Malaysia dan Thailand dari sisi koneksi transportasi,? kata dia saat konferensi pers di Banda Aceh kemarin.

Menurutnya, pertemuan kali ini berkaitan dengan pengembangan wilayah Sumatera dari Lampung hingga Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) pada semua moda transportasi, meliputi perkeretaapian, pengembangan pelabuhan, jalan, serta koneksi udara dalam menunjang perekonomian kota- kota di tiga negara tersebut.

?IMT GT ini sangat berkaitan dengan pengembangan wilayah Sumatera. Indonesia akan memperkenalkan perencanaan pembangunan Kereta Lintas Sumatera maupun jalan tol Trans-Sumatera untuk mendukung akses pengembangan ekonomi melalui Dumai dan Malaka,? ucap dia.

Sugihardjo menjelaskan, keterhubungan transportasi tiga negara diharapkan mampu menunjang pengembangan perekonomian. Dia mencontohkan, jalur Pelabuhan Dumai-Malaka yang memberikan keuntungan berupa pertukaran barang yang menunjang roda perekonomian.

?Malaka itu jalur perdagangan yang sangat padat. Ibaratnya, ketika masing-masing negara berjualan dari Malaka hingga ke Dumai, tentu keuntungan yang didapat juga akan sangat besar. Jadi misalnya kalau ada yang berjualan, baik itu Malaysia dan Indonesia antara Malaka dan Dumai, maka akan berkompetisi secara adil atau tidak berjualan sendirian,? ucap dia.

Lebih lanjut Sugihardjo menjelaskan, dibutuhkan akses transportasi untuk menunjang jalur Malaka-Dumai. Untuk itu, Kemenhub gencar melakukan sosialisasi melalui pembangunan Kereta Lintas Sumatera yang saat ini dilakukan Direktorat Perkeretaapian, tol Sumatera, dan pengembangan Pelabuhan Dumai.

Di tempat yang sama Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Keistimewaan dan Sumber Daya Manusia Helfizar Ibrahim mengatakan, Provinsi NAD memiliki banyak kawasan wisata yang tak kalah dengan wisata pantai Thailand. Dia berharap, pemerintah bisa membuka akses penerbangan melalui paket wisata pantai.

?Pemerintah saya kira sudah meresmikan Bandara Maimun Saleh dan bisa mendorong akses pariwisata di sektor ini melalui paket wisata yang tak kalah dengan Phuket, Thailand. Adapun, sektor lain juga akan terdorong dengan adanya kereta Lintas Sumatera dan jalur tol Sumatera,? ucap dia.

Helfizar juga menambahkan bahwa dengan dukungan infrastruktur transportasi yang memadai, Provinsi NAD bisa mengulang kejayaan di sektor kemaritiman sebab Aceh merupakan daerah transhipment antarkawasan. ?Harapan kami, negaranegara yang hadir dalam pertemuan ini bisa mendukung perkembangan wilayah Aceh yang terus berkembang,? pungkas dia.

Kerja sama ekonomi subregional Indonesia-Malaysia- Thailand Growth Triangle (IMT GT) dimulai sejak 1993 dan terdiri dari tiga negara anggota ASEAN. Kawasan yang masuk ke dalam kerja sama IMT-GT terdiri dari sepuluh provinsi di Pulau Sumatera di antaranya Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Riau, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, serta Lampung.

Sedangkan, delapan negara bagian Malaysia antara lain Malaka, Kedah, Kelantan, Negeri Sembilan, Penang, Perak, Perlis dan Selangor. Adapun, 14 provinsi di Thailand antara lain Nakhon Si Thammarat, Narathiwat, Pattani, Phattalung, Satun, Songkhla, Trang, Yala, Krabi, Phangnga, Phuket, Ranong, serta Surat Thanni. Kerja sama ini juga dimaksudkan untuk mendorong pertumbuhan di daerah-daerah yang masuk dalam kawasan IMT-GT dan mendorong adanya partisipasi dari sektor swasta.

(rai,Rifanfinancindo)

Sumber : Okezone