PT Rifan Financindo – JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan siap menampung masuknya dana repatriasi. Adapun kesiapan tersebut terlihat juga dari antusias para perusahaan BUMN yang sudah menyatakan kesiapannya untuk mengelola dana tax amnesty.

Menteri Badan Usaha Milik Negara BUMN Rini Soemarno mengungkapkan, sampai saat ini sudah ada 25 perusahan BUMN yang menyatakan kesiapannya menyerap dana tax amnesty dalam setiap proyek akan dikerjakan.

“Ada 25 kayanya (konfirmasi perusahaan BUMN). Yang paling besar Pertamina terutama, karena ada beberapa proyek besar Pertamina seperti ekspansi refinary di Balikpapan, kemudian terminal penyimpanan BBM ada di beberapa tempat. Itu yang cukup besar,” tutur Rini di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (20/7/2016).

(Baca Juga: Menteri Rini Targetkan Dana Tax Amnesty Rp300 Triliun)

Menurut Rini, akan ada sekira 30 proyek yang siap di investasikan menggunakan dana tax amnesty. Proyek itu ada yang groundfield dan ada juga yang greenfield. Artinya ada yang sudah selesai dan ada yang baru mulai, namun semuanya tetap bisa di-support tax amnesty.

“Mereka bisa ikut umpamanya di jalan tol Malang-Pandaan yang umpamanya ya sudah selesai. Kita akan ngajak partner (investor dana tax amnesty), ketika sudah ada pendapatan kemudian dana itu bisa kita manfaatkan untuk membangun jalan tol lainnya,” terangnya.

(dni)

Sumber : Okezone