RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Emiten produsen baja milik negara, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) menetapkan alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini sebesar USD 551 juta, naik dari rencana semula senilai USD 500 juta. Perseroan akan menyerap 77% capex untuk membangun pabrik baja.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Krakatau Steel Iip Arief Budiman mengatakan, dari total?capex?2015, sebanyak USD 443 juta akan dialokasikan untuk proyek investasi Krakatau Setel sebagai induk usaha. Sementara senilai USD 57 juta untuk proyek investasi anak perusahaan, dan sisa USD 51 juta akan ditujukan untuk penyertaan modal pada anak usaha dan usaha patungan.? Penyertaan modal itu termasuk untuk PT Krakatau Nippon Steel Sumikin (KNSS) yang menyasar baja otomotif dan PT Krakatau Osaka Steel (KOS) yang menyasar baja konstruksi.

Untuk diketahui, pabrik KNSS dibangun di Cilegon, Banten, dengan modal disetor sebesar US$ 142 juta. Perusahaan asal Jepang, Nippon Steel & Sumitomo Metal Corporation memiliki 80% kepemilikan KNSS dan Krakatau Steel memiliki 20%. Perkiraan nilai investasi untuk pendirian fasilitas produksi sekitar USD 300 juta dan akan menyerap 280 orang tenaga kerja pada saat beroperasi.? Bisnis utama KNSS adalah memproduksi dan memasarkan produk-produk baja lembaran berupaannealed cold-rolled steel?dan?hot-dip galvanized steel?untuk keperluan otomotif. Kapasitas produksi mencapai 480 ribu metrik ton/tahun, dengan perkiraan mulai berproduksi pada pertengahan tahun 2017.

Selain itu, ?pabrik PT KOS akan berlokasi di Kawasan Industri Krakatau Cilegon, menempati luas area 21,6 hektare (ha), dengan modal disetor sebesar USD 70 juta. Osaka Steel Co Ltd memiliki 80% saham PT KOS dan 20% dimiliki oleh Krakatau Steel. Pabrik dengan nilai investasi sebesar kurang lebih US$ 220 juta ini dijadwalkan mulai beroperasi pada 2016, dengan target penjualan sebanyak 500 ribu ton/tahun, dan akan menyerap tenaga kerja kurang lebih 170 orang.

Menurut Iip, ?ekspansi pengembangan pabrik baja yang dilakukan di induk usaha bertujuan meningkatkan kapasitas produksi perseroan dari 4,65 juta ton per tahun pada 2015 menjadi 7,15 juta ton pertahun pada 2017.? Perseroan akan mulai menikmati ekspansi yang dilakukan mulai tahun 2016, seiring dengan turunnya capex yang akan dianggarkan pada 2016 dan 2017.? Pada 2016, alokasi capex yang direncanakan akan turus drastis sekitar 51% menjadi USD 271 juta. Penurunan capex juga berlanjut pada 2017 menjadi USD 169 juta atau turun 38% dari rencana anggaran tahun depan.

Sesuai rencana, pada semester II-2015, Krakatau Steel akan merampungkan pembangunan pabrik?blast furnace. Pembangunan pabirik berkapasitas 1,2 juta ton per tahun ini sudah mencapai 83%.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/2015-krakatau-steel-anggarkan-belanja-modal-usd-551-juta/